Senin, 10 Januari 2011

Hikmah yang Berserakan



Siapapun yang menabur ‘Seandainya’ akan memanen ‘Kesia-siaan’

Kemalasan adalah kunci rumah kemiskinan

Apa yang terjadi di masa lalu hanyalah bayangan, apa yang akan terjadi di esok hari adalah harapan. Yang kau miliki hanyalah saat ini, maka ambillah ia.

Kejujuran membuat jalannya sendiri ketika pergi, sedangkan ketidakjujuran harus mencari-cari jalan kecil dan berliku-liku.

Jika engkau sehat,engkau memiliki harapan. Jika engkau memiliki harapan,engkau memiliki segalanya.

Minggu, 09 Januari 2011

Inspiration By Tivi

Sebuah pengingatan dari salah satu acara di kotak ajaib ‘Ketemu Pepeng’(8/01/11) @TVOne. Sungguh ada inspirasi yang hadir dari benakku ketika melihat sosok mantan tkw yang sekarang menjadi aktivis migran care, serta 2 orang bapak yang memiliki kekurangan fisik. Mereka berjuang untuk hidup, malahan juga berjuang untuk orang lain. Tambah salut dan angkat  jempol untuk mereka.
Sang aktivis mantan tkw itu memiliki keberanian yang besar ketika berada di negeri orang. Ketika dipanggil oleh majikannya, ‘Kemari, kau keledai...!’ Tkw ini malah menjawab, ‘ Ya, kerbau...’. Sang majikan pun terperangah, ‘Baru kali ini saya dipanggil kerbau sama pembantu, bener-bener berani ya kamu!’ ‘Jika anda memanggil saya manusia, maka saya juga akan memanggil kamu manusia.’ tukas sang tkw.
Dalam segmen yang lain..., kedua bapak yang selalu membawa kursinya sendiri ini berjuang untuk hidup dengan berbagai cara. Berwirausaha walaupun memiliki keterbatasan. Mereka tidak mudah menyerah. Walaupun, aku merasa bahwa mereka masih memendam kesedihan di binar matanya, tetapi semangat berusaha serta semangat juang untuk menolong orang yang memiliki nasib sama tidak pernah surut.
Masing-masing orang memang punya masalah sendiri dan merasa sangat berat untuk menghadapinya. Adakalanya masalah yang ada dihadapan membuat kita merasa menjadi korban. Dengan stereotipe seperti itu membuat kita pasrah, menyerah kalah pada hidup. Hasilnya kita jadi menyalahkan orang lain, berhenti berbuat untuk hidup kita sendiri.
‘Jangan pernah mau jadi korban di dalam kehidupan ini!’ ujar Om Pepeng.  Kata-kata itu membuatku tersentak. Bener juga ya....

Sabtu, 08 Januari 2011

For Ours Success TOEFL

Let we share the tips...

For General Strategies

  1. Be familiar with the direction. The direction on every TOEFL test are the same, so it is not necessary to listen carefully to each time. You should be completely familiar with the direction before the day of the test.
  2. Listen carefully to the conversations and talks. You should concentrate fully on what the speakers are saying on the tape, because you will hear the tape one time only.
  3. Know where the easier and more difficult questions are generally found. Within each part of listening comprehension section, the questions generally progress form each easy to difficult.
  4. Never leave any answers blank on your answer sheet. Even if you are unsure of the correct response, you should answer each question, there is no penalty for guessing.
  5. Use any remaining time to look ahead at the answer to the question that follow. When you finish with one question, you may have time to look ahead at the answers to the next question

For Structure Question

  1. Study the sentence. Your purpose is to determine what is needed to complete the sentence corectly.
  2. Then, study each answer based on how well it completes the sentence. Eliminate answers that do not complete the sentence corectly.
  3. Don’t try to eliminate incorect answers by looking only at the answers. The incorrect answers are generally correct by themselves. The incorrect answers are generally incorrect only when used to the complete the sentence.
  4. Never leave any answers blank. Be sure to answer each question even if you are unsure of the correct response.
  5. Don’t spend too much time on the structure question. Be sure to leave adiquate time for the written expression question.
  For Written Expression

  1. Look at the underlined word or groups of the words. You want to see if can spot which of four answer choices is not correct.
  2. If you have been unable to find the error by looking only at the four underlined expression, then read the complete sentence. Often an underlined expression is incorrect because of something in another part of the sentence.
  3. Never leave any answers blank. Be sure to answer each question even if you are unsure of the correct response.
                                                                                                                                        by LIA DEPOK
Do you have another tips? share with us, please..


Jumat, 07 Januari 2011

Keep Learning, Keep Going...




Menulis,menulis,menulis. Semangat menulis tentu saja ada, tapi apa yang ingin ditulis itu membuatku pusing tujuh keliling. Menulis tentang hidupku hari ini? rasanya tidak ada yang unik. Sungguh, sudah beberapa bulan ini aku tidak punya kesibukan yang berarti. Di rumah, maunya si belajar, tapi banyak banget godaannya. Tivi bener2 membuatku stuck. Konsentrasiku jadi hilang. Maunya si tivinya yang disalahkan, hehe, tapi aku juga sadar kalau emang diriku dodol juga, bener-bener addicted sama kotak ajaib itu.

            Giliran udah buka buku, bingung lagi, kok aku nggak ngerti-ngerti sama nih pelajaran... emang sih bahasa inggris, tambah buat mumet. Tapi pengen juga ngebiasain belajar pake diktat bahasa inggris. Siapa tau aku bisa belajar di luar negeri, jadi nggak kagok-kagok amat pas disana (ngarep banget!)

            Belajar,belajar,belajar. Makna itu sebenernya bukan hanya aktivitas membaca buku, mencoba mengerti apa yang tertulis disana. Klo itu mungkin semua bisa. Kenyataannya banyak orang belajar dan jadi orang pinter, tapi tetep aja korupsi. Contoh aja fenomena sekarang, si Super Gayus, sang abdi negara yang berasal dari lulusan sekolah tinggi ternama. Atau contoh lainnya, yah berkaca aja deh pada diri sendiri. Kita udah sekolah tinggi-tinggi tapi masih aja pengangguran (hehe curhat colongan ;( terus dimana hasil dari yang kita pelajari itu? Berarti tahun-tahun belakangan ini belum berhasil nih mendapatkan cara belajar yang baik. Hasil dari meditasiku kali ini sih mengatakan bahwa jelas kita selama ini udah belajar, tapi baru 50 persen, 50 persennya lagi belum kita ujikan ke kehidupan nyata. Pantesan belum berhasil. Kita baru usaha 50 persen!!! Hiks..hiks..

            Now, mumpung masih gres gresnya semangat baru di tahun yang baru, hayoo deh kita tambah lagi usaha kita, jadi 100 persen. Aplikasikan tuh ilmu-ilmu yang udah di dapet dari jaman kita kecil sampe detik ini. Apalagi yang buat anak-anak eksak, mulai dari kita selalu cuci tangan sebelum makan sampe buat penelitian yang berguna untuk anak-anak kita di kehidupan selanjutnya...(nasehat untuk diri sendiri)